- By Mohd maksum
- 25 Oct 2024
- 208
TRANFORMASI PEMBELAJARAN MELALUI SIMADU CLASSROOM SMP NEGERI 3 MERBAU
A. A. Pendahuluan
Tranformasi pembelajaran adalah perubahan mendasar dalam
proses pembelajaran untuk menjawab tantangan zaman, perkembangan teknologi, dan
kebutuhan belajar murid. Tujuannya meningkatkan efektivitas pembelajaran, relevansi
materi, serta menyiapkan murid dengan keterampilan yang diperlukan pada saat
ini. Untuk mewujudkan
hal tersebut, guru sangatlah berperan penting dalam mengelola
pembelajaran dengan pendekatan berbasis teknologi digitalisasi.
Harapan yang besar yang cita-citakan adalah dengan
pembelajaran mendalam ini yaitu pendekatan yang memuliakan dengan
menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran
berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah
rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
B.
Isi
1. Situasi
Pada
awal semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024, saya bersama rekan-rekan majelis
guru melaksanakan analisis rapor pendidikan tahun 2024, yang telah diunduh pada
bulan Maret 2024. Diskusi yang kami akukan mempelajari akar masalah dari
masing-masing indikator, terdapat pada indikator kualitas pembelajaran mengalami penurunan dibanding tahun 2023.
Dari
hasil diskusi, ditemukan pada indikator kualitas pembelajaran mengalami
penurunan yaitu 3,74%, ini diakibatkan oleh kurangnya minat murid dalam belajar.
Akar masalahnya berada pada metode pembelajaran dan manajemen kelas.
Selain
dari data rapor pendidikan tahun 2024, hal yang terjadi juga di SMP Negeri 3 Merbau, banyak murid
yang tidak bersemangat mengikuti pembelajaran, ada yang mengantuk, keluar masuk
kelas, bermain-main disaat belajar, tidur-tiduran, bercerita dengan teman di
kelas, malas mengerjakan tugas, cabut dan sering tidak kesekolah dengan alasan
pembelajaran tidak menarik dan guru marah-marah.
Ditambah
lagi dengan sikap dan pola pikir guru yang hanya menjalan tugas saja, habis
mengajar ya sudah, itu kata mereka. Mereka tidak perduli mau mengunakan model
apa, yang penting saya masuk, tegasnya!. Guru masih enggan dan skeptis dalam
menghadapi perubahan karena rasa nyaman yang telah terbentuk bertahun-tahun
tanpa menghadapi perubahan, inilah yang membuat mereka merasa tidak mampu dalam
meningkatkan kompetensi mereka.
Pentingnya
permasalahan ini harus diselesaikan dengan segera, permasalahannya adalah
kondisi pembelajaran yang tidak
menumbuhkan budaya belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang
baik. Strategi, metode dan model bahkan
sampai pendekatan pembelajaran oleh guru tidak diterapkan di kelas. Penerapan
literasi dan numerasi tidak berjalan, peralatan TIK tidak difungsikan untuk
pembelajaran. Untuk itu pemulihan pembelajaran adalah proritas utama sebagai
upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMP Negeri 3 Merbau, khususnya pada
desain pembelajaran berbasis digitalisasi.
Tepatnya
pada Selasa 14 Mei 2024 saya selaku kepala SMP Negeri 3 Merbau berinisiatif
untuk melakukan pembenahan pembelajaran di kelas, berupaya bagaimana para guru
melaksanakan proses pembelajaran yang bermakna dan berdampak bagi murid. Untuk
menjawab seluruh permasalahan selama ini, maka saya melakukan inovasi pembelajaran
berbasis digitalisasi dengan satu sistem yang terintegrasi secara terpadu.
Peran
dan tanggung jawab saya dalam kegiatan ini, saya berperan sebagai kepala
sekolah:
a. Merancang pembelajaran
digitalisasi dalam praktik ini, diawali dengan identifikasi masalah, mendesain
pembelajaran digitalisasi yang terpadu, penerapan pembelajaran digitalisasi di
kelas, memonitoring pembelajaran digitalisasi dan melakukan refleksi.
b. Fasilitator bagi guru dalam
proses perancangan program, diawali memimpin rapat, mengadakan sosialisasi
kepada guru, pendampingan dan monitoring pelaksanaan program.
Saya
selaku kepala SMP Negeri 3 Merbau, akan memastikan penerapan pembelajaran
digital dan menentukan keberhasilan transformasi pendidikan di
sekolah. Kepala sekolah bukan hanya sebagai pemimpin administratif, tetapi juga
penggerak perubahan (agent of
change) yang menuntun guru, murid, dan seluruh ekosistem sekolah
menuju budaya belajar digital yang efektif dan bermakna. Berdasarkan hal
di atas, maka tulisan ini diberi judul “Tranformasi
Pembelajaran melalui SIMADU Classroom di SMP Negeri 3 Merbau”.
2.
Tantangan
Sebagai
kepala SMP Negeri 3 Merbau salah satu tantangan yang saya hadapi adalah dalam memberikan
pemahaman kepada guru tentang persiapan, pelaksanaan dan refleksi pembelajaran
guru yang inovatif, dalam praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran yang
kondusif, kemitraan, dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif.
Walaupun
sekolah kurangnya fasilitas teknologi digital, tetapi saya tidak pesimis, saya
ingin mengubah pola pikir tetap (PPT) guru menjadi pola pikir bertumbuh (PPB)
dalam penerapkan pembelajaran ke arah digitalisasi.
Sehingga,
hal ini menjadi tantangan bagi saya sebagai kepala sekolah untuk dapat
meningkatkan kemampuan guru secara pedagogik maupun profesional dalam penerapan
pembelajaran digitalisasi.
Untuk
menyelesaikan tantangan tersebut dibutuhkan pihak-pihak yang terlibat, seperti
: saya selaku kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, murid, orang tua murid,
komite sekolah, pengawas pembina, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Kepulauan Meranti, dan mitra sekolah.
3.

